KLASEMEN PUTARAN KEDUA KELAHIRAN 1999/2000

KLASEMEN PUTARAN KEDUA KELAHIRAN 1999/2000
KLASEMEN PUTARAN KEDUA KELAHIRAN 1999/2000

KLASEMEN SEMENTARA KELAHIRAN 1997/1998

KLASEMEN SEMENTARA KELAHIRAN 1997/1998
KLASEMEN PER APRIL 2014

Jumat, 15 November 2013

Pembukaan Liga Remja Semarang U-14

Ketua Pengcab Kota Semarang, Ketua Biro Wasit Semarang, Ketua APS Semarang menyalami pemain sebelum pertandingan perdana dimulai.

Partai perdana Liga Remaja U-14

 Terang Bangsa VS SSS berakhir imbang 2-2

Kamis, 07 November 2013

Jumat, 27 September 2013

Program Kerja APS Semarang



KEGIATAN ASOSIASI PUSLAT SEPAK BOLA SEMARANG :

1.Mengadakan seminar, diskusi dan workshop di kalangan pelatih, pemain, manajer klub dan kalangan umum tentang sepak bola.
2.Mengembangkan sistim informasi untuk memberikan layanan informasi tentang sepak bola.
3.Mengembangkan konsep, model, dan modul program yang dikhususkan untuk sepak bola lokal, nasional, internasional.
4.Membangun network kegiatan sepak bola di tingkat kota Semarang dan tingkat Provinsi Jawa Tengah
5. Menyelenggarakan Liga Remaja Semarang U-16
6. Menyelenggarakan Liga Remaja Semarang U-14

PESERTA LIGA REMAJA SEMARANG U 16



PESERTA LIGA REMAJA SEMARANG
NO

NAMA KLUB
HARI PERTANDINGAN
( HOME )
LAPANGAN
KOSTUM
(HOME )
1
SSS
SABTU, JAM : 15.30
ZEBRA
BIRU PUTIH
2
GARUDA
SABTU, JAM : 15.30
SIDODADI
ORANGE
3
TERANG BANGSA
JUM’AT, JAM : 15.30
TERANG BANGSA
ORANGE
4
PERSISAC
MINGGU, 15.30
SAMBIROTO
KUNING BIRU
5
SAS
JUM’AT, JAM : 15.30
NDALEMAN
KUNING MERA
6
KUDA LAUT
MINGGU, 15.30
SIDODADI
MERAH HITAM
7
BHALADIKA
MINGGU,08.00
ARHANUDSE
PUTIH HITAM
8
BIPRADA
JUM’AT, JAM : 15.30
DIPONEGORO
BIRU PUTIH
9
P. NGALIYAN
MINGGU, 15.30
NGALIYAN
MERAH PUTIH
10
PUTRA  ARISA
SABTU, JAM : 15.30
KEMBANG ARUM
KUNING MERA

KONTAK PERSON
NO
NAMA KLUB
NAMA
NO TELP/HP
1
SSS
Sugiharto ( Medut )

0812-1518-9099
2
GARUDA
Iwan Anggoro

0811-2728-85
3
TERANG BANGSA
Firman Sukmono

0818-2437-16
4
PERSISAC
Murdi

0815-7623-234
5
SAS
Munif

0858-7662-4891
6
KUDA LAUT

Budiyono
0813-2504-6366
7
BHALADIKA
Wagiyono

0878-3251-6954
8
BIPRADA
Suta Raharja

0813-9032-8095
9
PUTRA  NGALIYAN
Andi

081390921647
10
PUTRA  ARISA
Joko Susilo

0856-2692-655

MENCIPTAKAN PEMAIN MUDA PRODUK LOKAL DEMI KEMAJUAN PSIS SEMARANG



MENCIPTAKAN PEMAIN MUDA PRODUK LOKAL
DEMI KEMAJUAN PSIS SEMARANG
Oleh : Hamdani, SS


Gagalnya PSIS Semarang menembus Liga Super Indonesia sangat disayangkan masyarakat Semarang dan sekitarnya,khususnya para pecinta sepak bola. Selangkah lagi tim Mahesa Jenar masuk di jajaran elite sepak bola nasional yang nota bene barometer persepakbolaan nasional.  PSIS Semarang sebagai tim yang diperhitungkan oleh tim tim lawan, tidak selayaknya masuk di kasta kedua persepakbolaan nasional. Sudah sering tim usia dini Semarang menjuarai berbagai turnamen di tingkat nasional  bahkan mewakili Indonesia di tingkat dunia. Beberapa pemain asli Semarang juga masuk di berbagai klub luar semarang,khususnya pemain muda. Sebagai klub yang punya nama besar, PSIS menjadi salah satu klub idaman pemain sepak bola nasional, terlebih pemain dari Semarang dan Jawa Tengah.
Salah satu solusi untuk menjadikan PSIS Semarang menjadi tim yang tangguh dan masuk di papan atas kasta tertinggi sepak bola nasional adalah pembinaan pemain muda Semarang. Realisasi pembinaan untuk mencetak talenta muda pemain sepak bola adalah dengan memberi kesempatan pada para pemain untuk berlaga mengasah bakat dan kemampuannya di kompetisi sepaka bola, semakin sering para pemain bertanding,mereka akan mempraktekkan latihan yang diperoleh dari masing masing klub. Para pemain akan mudah bosan apabila berlatih tanpa ada wadah untuk mengaktualkan hasil latihan, apalagi usia mereka yang masih muda yang rentan terhadap hal hal negatif yang bisa merusak bakat dalam sepak bola.
Asosiasi Puslat Semarang Sebagi Wadah Pemain Muda Semarang
Atas dasar kecintaan masyarakat bola Semarang demi kemajuan PSIS Semarang, maka terbentuklah APS ( Asosiasi Puslat Semarang ) pada 29 Juni 2013 di Semarang.  Sesuai dengan AD/ART , APS bertujuan untuk :
1.         Wadah Puslat Sepak Bola Semarang
2.         Sebagai sarana komunikasi dan menumbuhkan persaudaraan di antara Klub-klub sepak bola yang ada di Semarang.
3          Mewujudkan dan menstimulus lahirnya Pemain untuk kepentingan PSIS Semarang pada khususnya dan kepentingan yang bersifat nasional.
4.         Terciptanya solidaritas, kebersamaan, kesatuan dan persatuan, saling membantu dan kerja sama antar sesama pemain sepak bola dan semua pihak yang menaruh kepedulian terhadap masalah Sepak Bola Indonesia khususnya sepak bola Kota Semarang yang moderat dan terbuka, toleran serta inklusif.

Asosiasi Puslat Semarang yang dibentuk secara independen oleh para pecinta sepak bola Semarang, seperti : Agus Budiharto, Hamdani, Iwan Anggoro, Budiono, Firman Sukmono, Murdi, Munif, Joko Susilo, Sugiharto Medhut, Seta, mempunyai fungsi :
1.         Menyelenggarakan seminar dan workshop tentang masalah dan pemahaman sepak bola yang terbuka, dan benar, pola pemahaman yang sungguh-sungguh, komprehensif.
2.         Melakukan kerjasama dengan organisasi sepak bola PSSI di tingkat kota dan provinsi guna menciptakan tipologi sepak bola Kota Semarang yang profesional.
3.         Membantu mengembangkan kebijakan pemerintah untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih baik lagi.
4.         Menyelenggarakan Liga Remaja Semarang dari berbagai kelompok usia.

Salah satu kegiatan yang sedang berjalan adalah memutar Liga Remaja Semarang U-16. Format liga ini adalah dengan sistem kompetisi penuh, home and away. Kompetisi yang diikuti oleh 10 klub diantaranya : Persisac, SSS, Kuda Laut, Putra Arisa, SAS, Putra Ngaliyan, Bhaladika, Biprada, Terang Bangsa,dan Garuda. Biaya kompetisi yang memakan waktu Sembilan bulan ini sepenuhnya ditanggung oleh masing masing peserta dari iuran para pemain. Hal ini menunjukkan semangat yang luar biasa dari para pemain muda untuk berkiprah dalam dunia sepak bola Semarang khususnya.
Pada pembukaan yang dihadiri oleh Yoyok Mardiyo dan Johar Ling Eng,sebagai Ketua Pengcab PSSI Kota Semarang dan Ketua Pengprov PSSI Jawa Tengah, terlihat antusiasme para pemain muda semarang. Hal ini sangat beralasan sekali karena para pemain usia 16 tahun sudah jarang bertanding dan tidak ada wadah kompetisi bagi para pemain usia 16 tahun. Setelah lepas dari SSB ( Sekolah Sepak Bola ) pada usia 15 tahun, para pemain sepak bola ini masih riskan untuk terjun di level junior yang rata rata berusia 18 tahun.
Semakin menjamurnya Sekolah Sepak Bola di Semarang merupakan hal yang sangat postif bagi persepakbolaan semarang, apalagi dua kali SSB dari Semarang mewakili Indonesia di Piala Danone dan berbicara di tingkat Internasional. Seperti  aturan SSB, bahwa usia maksimal pemain SSB adalah 15 tahun, maka pemain yang sudah berusia 16 tahun tidak mempunyai wadah untuk menyalurkan hobby dan bakatnya. Hal inilah yang di tangkap oleh APS dan menjadi kewajiban para pecinta sepak bola semarang, demi kemajuan PSIS Semarang.
Menumbuhkan Fanatisme Kedaerahan
Selain dari tujuan pembinaan usia muda, dengan bermunculan talenta muda dan bertanding di Liga Remaja Seamarang yang memakan waktu 9 bulan, para pemain muda akan saling memperlihatkan bakatnya, dan semakin sering para pemain Semarang bertemu,maka rasa persaudaraan akan terbina di kompetisi ini. Dan bagai PSIS sendiri akan mempunya bank data pemain untuk kepentingan mencari talenta muda untuk membentuk kerangka tim.
Salah satu faktor kegagalan PSIS menembus Liga Super adalah tidak adanya rasa fanatisme kedaerahan. Hal ini bisa dimaklumi karena era sepak bola modern sekarang yang bersifat professional, rata rata pemain PSIS Semarang adalah pemain luar Semarang, dan masuk di tim PSIS karena faktor uang. Dan sebagian besar dari para pemain ini mutlak menggantungkan hidup dari gaji mereka. Maka tidak heran apabila gaji terlambat mereka tidak dengan sepenuh hati bermain. Keputusan para pemain yang mogok atau asal asalan dalam bermain apabila gaji terlambat akan berdampak buruk bagi PSIS Semarang,karena ekspetasi para supporter PSIS sangat tinggi .
Dengan berdirinya Asosiasi Puslat Semarang yang diketuai oleh Agus Budiharto, dan bergulirnya Liga Remaja Semarang sangat diharapkan para pemain ini menjadi pemain PSIS Semarang, dan apabila PSIS Semarang diperkuat oleh para pemain asli Semarang akan muncul tim kebanggan kota Semarang yang mempunyai fanatisme kedaerahan tinggi. Di era 80 an, ketika PSIS menjadi juara Perserikatan di tahun 1987 sebagian besar pemainnya adalah putra asli Semarang, seperti Budi Wahyono, Surajab,Bambang Haryanto dan lainya, kalaupun ada pemain dari luar kota Semarang, seperti Ribut Waidi, Rochadi, Syaiful Amri, mereka direkrut tetapi sudah terjun di kompetisi antar klub Semarang, selama beberapa tahun,dan sudah menjadi warga Semarang, jadi mereka mempunyai kecintaan pada kota Semarang, tidak direkrut hanya untuk kepentingan sesaat.
Tidak adil untuk membandingkan era 80 an dengan era sekarang yang murni sepak bola adalah pekerjaan utama, tetapi minimal apabila pemain asli semarang memperkuat PSIS akan mempunyai rasa fanatisme yang tinggi dan kebanggaan bisa membela daerahnya, seperti keinginan para pemain muda Semarang yang berlaga di Liga Remaja Semarang, hampir semuanya ber cita cita untuk menjadi pemain PSIS Semarang.
Asosiasi Puslat Semarang sebagai salah satu asosiasi di Jawa Tengah juga bermaksud untuk menggandeng kota kota lain di Jawa Tengah, hal ini bertujuan untuk menaikkan level asosiasi ke jenjang Provinsi Jawa Tengah, apabila di tiap kota di Jawa Tengah sudah terbentuk wadah asosiasi puslat, maka tim sepak bola PON Jawa Tengah akan lebih mudah untuk memilih pemain yang sudah berkiprah di ajang kompetisi sepak bola dengan level Liga Rema Jawa Tengah.
Selain PSIS, klub klub kebanggaan kota di Jawa Tengah seperti PSCS, Persijap, Persiku, PSIR, Persipur, PPSM dan lainnya akan semakin mudah mencari bakat bakat pemain sepak bola produk lokal yang sudah terasah kemampuannya dengan berkompetisi secara rutin. Partisipasi masyarakat Semarang dan Jawa Tengah sangat dibutuhkan oleh Asosiasi ini, demi kemajuan prestasi kebanggaan kota masing masing, Khusunya bagi para orang tua pemain,hal ini sangat berdampak positif bagi kemajuan prestasi anak anaknya dan menyalurkan minat dan bakat ke hal hal positif.
Dengan dasar dasar pembinaan sepak bola yang benar dan terarah sangat mungkin akan lahir pemain yang berkiprah di level nasional bahkan internasional. Sesusai judul diatas fanatisme kedaerahan sangat diperlukan untuk membentuk karkter yang kuat bagi pemain muda. Dan akan dengan sendirinya akan meningkat menjadi fanatisme nasional apabila pemain bisa berkiprah di jenjang internasional, bermain di klub klub luar negeri. Pemain dunia manapun pasti akan bangga apabila memperkuat tim negaranya. Penuis sangat yakin akan bermunculan pemain potensial dari kota Semarang atau Jawa tengah yang akan berlaga di tingkat dunia. Dan bagi klub akan dengan mudah menemukan bakat dan kemampuan pemain untuk memperkuat klub kotanya. Dan bagai PSIS asosiasi ini wadah yang sangat potensial bagi perkembangan persepakbolaan kota Semarang.
( Penulis adalah Sekretaris Asosiasi Puslat Semarang )



Pembukaan Liga Remaja Semarang U-16

Pembukaan Liga Remaja Semarang U-16
Piala Liga Remaja Semarang U-16